Toko Pasutri

11/08/2012

Ini yang Dirasakan Tubuh Kalau Punya Kolesterol Tinggi

0 komentar
Kolesterol tinggi sering dijuluki 'silent killer' karena sering tak bergejala tapi berakibat fatal. Namun dalam beberapa kasus, kolesterol tinggi juga dapat menunjukkan gejala pada tubuh. Apa saja?

"Paling sering tanpa gejala, tapi ada juga beberapa gejala yang di dapat," jelas dr. Bahdar T. Johan, SpPD, ahli penyakit dalam RS Premiere Bintaro, saat berbincang dengan detikHealth, seperti ditulis Rabu (8/8/2012).

Seseorang dikatakan memiliki kadar kolesterol normal jika ukurannya 160-200 mg, sedangkan masuk kondisi berbahaya jika sudah di atas 240 mg. Berikut beberapa gejala yang paling sering didapati pasien kolesterol tinggi antara lain:

1. Rasa berat di tengkuk hingga rasa pegal di pundak
Sebagian besar orang merasakan berat di kepala dan pegal-pegal sebagai gejala awal. Gejala ini muncul sebagai akibat kurangnya oksigen.

"Yang sering biasanya berat di kepala tapi rasa sakitnya tidak tajam, hanya berat," jelas dr Bahdar.

2. Cepat mengantuk
"Terutama bila kadarnya sudah tinggi sekali, misal trigliserida yang normalnya dibawah 200 mg atau 150 mg, ada yang sampai 600 atau 700 mg itu biasanya bawaannya ngantuk," jelas dr Bahdar.

Hal ini biasanya terjadi karena kurangnya asupan oksigen ke otak akibat pembuluh darah yang menyempit karena adanya timbunan lemak akibat kolesterol.

3. Kesemutan
"Kadang-kadang kesemutan juga bisa karena darahnya agak kental," jelas dr Bahdar.

Kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan aliran darah menjadi kental sehingga oksigen menjadi berkurang.

4. Timbunan lemak di atas kelopak mata
"Secara klinis ada beberapa hal yang bisa dijadikan petunjuk awal seseorang memiliki kolesterol tinggi, yaitu adanya timbunan lemak di atas kelopak mata. Biasanya timbunan ini mengandung kadar trigliserida (molekul asam lemak) yang tinggi. Namun ini hanya terjadi pada sebagian kecil orang saja," jelas dr Dante Saksono H, SpPD, PhD, dalam artikel detikHealth.

5. Mudah lelah
Ketika plak terbentuk di dinding arteri, bisa menyebabkan kondisi seperti atherosclerosis, penyakit jantung koroner (PJK) dan penyakit mikrovaskuler koroner atau coronary microvascular disease (CMD). Kondisi-kondisi seperti inilah yang menyebabkan badan terasa mudah lelah.

6. Sering sakit kepala
Ini karena kolesterol yang tinggi dalam darah memicu terjadinya penimbunan plak-plak di pembuluh darah arteri sehingga menyebabkan terjadinya artherosclerosis. Kondisi ini membuat arteri akan menyempit dan membuat aliran darah ke kepala dan otak berkurang, sehingga menyebabkan rasa sakit di kepala.

7. Kaki bengkak
Kaki merupakan organ tubuh yang paling jauh dari jantung. Ketika pembuluh darah menyempit dan asupan oksigen berkurang, maka tentu saja yang paling sedikit mendapatkan darah adalah kaki. Hal ini akhirnya menyebabkan kaki terlihat membengkak. Kondisi ini hampir sama dengan kondisi ketika Anda terlalu lama duduk selama perjalanan, terutama di kelas ekonomi. Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

11/07/2012

Kurangi Makanan Lebih Cepat Turunkan Kolesterol Ketimbang Olahraga

0 komentar
Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk membantu menurunkan kadar kolesterol berlebih di dalam tubuh. Ternyata mengurangi makan diketahui lebih cepat turunkan kolesterol ketimbang olahraga.

"Benar sekali, mengurangi makan lebih cepat turunkan kolesterol dibanding olahraga," ujar Dr dr Saptawati Bardosono, MSc, SpGK dari Departemen ilmu gizi FKUI saat dihubungi detikHealth dan ditulis, Rabu (8/8/2012).

Dr Tati menjelaskan hal ini karena jika seseorang beraktivitas fisik selama 1 jam atau lebih maka energi tubuh yang dibakar sekitar 200an kalori saja. Sementara itu dengan mengatur atau memilih hidangan makanan bisa mengurangi asupan kalori sesuai dengan yang diinginkan.

Kolesterol jahat yang berlebih di dalam tubuh perlu dikurangi karena ia bisa mengendap pada dinding pembuluh darah yang nantinya mengakibatkan penyempitan dan pengerasan akibat pembentukan plak, kondisi ini disebut dengan aterosklerosis.

Jika hal ini terus menerus terjadi, maka plak akan menumpuk dan mengeras sehingga menimbulkan keluhan yang cukup berat. Kondisi ini membuat suplai darah ke otot jantung atau otak tidak cukup jumlahnya yang bisa memicu penyakit jantung atau stroke.

Agar hal tersebut tidak terjadi, perlu dilakukan perubahan gaya hidup seperti mengurangi makanan tertentu yang diketahui memiliki kadar kolesterol tinggi serta diimbangi dengan melakukan aktivitas fisik.

"Untuk menetralisir kelebihan kolesterol tubuh bisa dilakukan dengan mengonsumsi banyak serat dari makanan secara teratur seperti sayur dan buah, serta konsumsi asam lemak omega-3 yang banyak dikandung dalam minyak ikan laut dalam," ungkapnya.

Kadar kolesterol total yang baik bagi tubuh manusia berada di bawah 200 mg/dl, untuk kolesterol baik (HDL) lebih dari 35 mg/dl, kolesterol jahat (LDL) kurang dari 130 mg/dl dan trigliserida kurang dari 250 mg/dl. Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

11/06/2012

Demi Turunkan Kolesterol, Pilih Minum Obat atau Pantangan Makanan?

0 komentar
Ada joke klasik yang mengatakan, daging kambing untuk lebaran bisa dibuat rendah kolesterol sehingga aman bagi jantung. Caranya, sebelum disembelih kambingnya diberi makan tablet simvastatin yang merupakan obat penurun kolesterol.

Karena hanya lelucon, cara tersebut sama sekali tidak membuat daging kambingnya bebas kolesterol karena simvastatin hanya bekerja pada manusia. Namun joke ini menggambarkan betapa manusia sangat terobsesi dengan cara praktis, yakni mengandalkan obat penurun kolesterol daripada harus mengurangi konsumsi daging kambing.

Dalam kenyataannya, banyak orang terlalu mengandalkan obat untuk mengendalikan kolesterolnya. Padahal kalau tidak ditunjang diet dan pantang makanan tertentu, minum obat kolesterol terus menerus bisa menyebabkan efek samping yang tidak diharapkan.

"Obat kolesterol kalau dipakai terus-menerus, efektivitasnya akan berkurang. Efek sampingnya juga bisa menyebabkan nyeri otot, meski memang agak jarang," kata Dr Antonia Anna Lukito, SpJP-FIKA, ahli jantung dari RS Siloam Lippo Karawaci saat dihubungi detikHealth, Rabu (8/8/2012).

Solusi terbaik untuk mengontrol kadar kolesterol menurut Dr Antonia adalah dengan membatasi makanan-makanan yang mengandung kolesterol, maupun yang merangsang hati untuk menghasilkan kolesterol. Contohnya adalah jeroan, cumi-cumi, gorengan dan makanan bersantan.

Olahraga juga merupakan salah satu strategi pencegahan yang bisa dilakukan agar kadar kolesterol dalam darah tidak berlebihan. Obat hanyalah solusi terakhir jika kadar kolesterol sudah terlanjur tinggi dan harus segera diturunkan karena berisiko mengganggu kerja jantung.

Kalaupun mau mengonsumsi obat secara rutin, maka sebaiknya bukan obat penurun kolesterol yang dikonsumsi melainkan obat-obat suplemen antioksidan. Meski tidak menurunkan kadar kolesterol jahat, obat-obat suplemen ini bisa meminimalkan efek buruknya.

"Suplemen antioksidan bisa melawan radikal bebas. Kebanyakan kasus kelebihan kolesterol akan makin parah kalau bereaksi dengan radikal bebas, lalu membentuk plak yang bisa menyumbat pembuluh darah," tambah Dr Djoko Maryono, DSPP, DSJP, FIHA, FACC, ahli jantung dari RS Pondok Indah. Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

11/05/2012

Mati Karena Kolesterol? Mungkin Nggak ya?

0 komentar
Kolesterol sering digambarkan sebagai suatu zat jahat yang ada dalam makanan. Sejatinya, kolesterol merupakan salah satu komponen lemak. Ketakutan ini muncul lebih karena komponen ini dalam jumlah banyak dapat menyebabkan penyempitan dan pengerasan pembuluh darah. Akibatnya, bisa berisiko memicu stroke dan serangan jantung.

Di dalam pembuluh darah, terdapat endotelium atau lapisan bagian dalam pembululuh darah. Meskipun hanya lapisan, ternyata endotelium memiliki pengaruh yang besar. Kadar kolesterol jahat yang tinggi dalam darah dan dipicu oleh radikal bebas akan mengendap menjadi plak kemudian merusak endotelium.

Kerusakan ini akan memicu munculnya bisul pada endotelium dan membuat pembuluh darah menyempit atau mengeras. Kondisi ini disebut aterosklerosis. Apabila pembuluh darah menyempit, maka aliran darah akan terganggu.

Pada kasus yang parah, penyempitan lapisan pembuluh darah ini bisa menyebabkan berbagai penyakit seperti jantung koroner, stroke, serangan jantung dan disfungsi ereksi.

"Penyakit akibat kerusakan lapisan pembuluh darah ini jumlahnya mencapai 30% dari kasus kematian di dunia dan saat ini merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia," kata dr Djoko Maryono DSDP, DSJP, FIHA, FACC, spesialis penyakit dalam dan penyakit jantung dari RS Pondok Indah dan RS Pertamina ketika dihubungi detikHealth, Rabu (8/8/2012).

Lebih rinci lagi, jika aterosklerosis yang terjadi cukup berat, maka aliran darah ke otot jantung terganggu dan timbullah rasa nyeri dada atau disebut dengan angina. Bila prosesnya berlanjut, maka akan menyebabkan kematian jaringan otot jantung yang disebut infark miokard. Jika kerusakannya menyebar luas, maka akan menyebabkan gagal jantung. Jika sumbatan menyerang pembuluh darah otak, maka akan terjadi stroke.

Penyakit pembuluh darah ini tidak serta merta disebabkan karena kolesterol saja. Menurut dr Djoko, pemicu kerusakan pembuluh darah adalah kebiasaan banyak mengkonsumsi gula dan lemak, malas bergerak dan terlalu banyak terpapar radikal bebas. Jadi orang tidak perlu terlalu cemas dan takut akan kolesterol.

"Sebenarnya orang tidak akan mati hanya karena kolesterol saja. Yang paling fatal dan banyak menimbulkan kematian adalah penyakit rusaknya pembuluh darah dan akibat penyakit sindrom metabolisme. Masyarakat sekarang ini terlalu fobia dengan kolesterol," kata dr Djoko.

Dr Djoko menambahkan, tidak semua kolesterol berakibat buruk. Kolesterol sendiri sebenarnya ada 2 macam. Yang pertama adalah kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) atau sering disebut kolesterol jahat. Kolesterol LDL mengangkut kolesterol paling banyak di dalam darah. Tingginya kadar LDL inilah yang menyebabkan pengendapan kolesterol dalam arteri.

Kolesterol jenis kedua adalah Kolesterol HDL (High Density Lipoprotein) yang tidak berbahaya. Kolesterol HDL mengangkut kolesterol lebih sedikit dari LDL dan sering disebut kolesterol baik karena membuang kelebihan kolesterol jahat di pembuluh darah arteri kembali ke hati untuk diproses dan dibuang. HDL mencegah terjadinya proses aterosklerosis. Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

11/04/2012

Menabung Kolesterol Itu Gampang, Membabatnya yang Minta Ampun

0 komentar
Hanya dengan gaya hidup enak dan tidak mau capek dijamin tabungan kolesterol jahat Anda akan meningkat. Menabung kolesterol jahat itu memang gampang, tapi membabatnya itu yang minta ampun.

Memiliki kadar kolesterol tinggi bisa berbahaya bagi kesehatan karena dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit. Jika seseorang memiliki hal-hal ini, maka tabungan kolesterol jahatnya akan terus bertambah.

"Banyak faktor yang bisa menyebabkan terjadinya penumpukan kolesterol jahat di dalam tubuh," ujar Dr dr Saptawati Bardosono, MSc, SpGK dari Departemen ilmu gizi FKUI saat dihubungi detikHealth dan ditulis, Rabu (8/8/2012).

Dr Tati menuturkan penumpukan kolesterol jahat bisa disebabkan oleh faktor genetik akibat kurangnya senyawa atau bahan kimia di dalam tubuh yang bertugas mencerna lemak, sehingga lemak yang masuk tidak dicerna secara sempurna.

"Tapi yang paling sering karena perilaku hidup misalnya konsumsi energi yang berasal dari lemak dan gula secara berlebihan sehingga ditumpuk sebagai lemak di beberapa lokasi tubuh termasuk dinding pembuluh darah, serta akibat kurang gerak," ungkapnya.

Kolesterol umumnya berasal dari lemak hewani, meski tidak sedikit pula yang berasal dari lemak nabati seperti santan dan minyak kelapa. Beberapa makanan yang selama ini diyakini sehat seperti telur juga banyak mengandung kolesterol.

Sementara itu dr Djoko Maryono, DSDP, DSJP, FIHA, FACC dari RS Pertamina menuturkan makanan yang dikonsumsi memiliki pengaruh terhadap kolesterol sebesar 20 persen. Meski pengaruhnya kecil, tetap perlu dijaga dan diatur asupannya.

"Sisanya yang 80 persen pemicu kolesterol tinggi lebih disebabkan oleh metabolisme, masalah metabolisme ini bisa disebabkan karena gen," ujar dr Djoko yang juga spesialis penyakit dalam dan jantung dari RSPI.

Kolesterol yang terkandung di dalam makanan bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Untuk itu jika asupannya sesuai dengan kebutuhan tubuh maka tidak akan menimbulkan keluhan atau penyakit.

Hal ini karena kolesterol tinggi bisa menyerang siapa saja, dan jika seseorang sudah memiliki kolesterol tinggi maka ia harus mengatur asupan makanan, melakukan pemeriksaan teratur dan olahraga untuk menghindari komplikasi yang lebih serius. Sumber
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

11/03/2012

Memangnya Kenapa Kalau Kolesterolnya Tinggi?

0 komentar
Kolesterol sudah mendapatkan stigma negatif karena seringkali menjadi penyebab dari penyakit yang mematikan.

Namun pada dasarnya kolesterol tetap dibutuhkan dalam jumlah normal agar fungsi tubuh berjalan dengan baik. Lantas apa yang terjadi pada tubuh ketika kolesterol tinggi?

Kolesterol adalah zat lemak yang ditemukan dalam darah dan sel-sel tubuh dan merupakan nutrisi penting yang diperlukan tubuh manusia untuk menjalankan fungsi utamanya.

Menurut American Heart Association (AHA), kolesterol digunakan untuk membentuk membran sel dan hormon.

Kolesterol memang dibutuhkan oleh tubuh, tapi sebenarnya tanpa asupan kolesterol dari luar pun kebutuhannya sudah terpenuhi dengan baik. Karena 80 persen kolesterol dihasilkan dari dalam tubuh (organ hati) dan 20 persen sisanya dari makanan.

Kolesterol hanya ditemukan dalam produk makanan hewan seperti kuning telur, daging merah, jeroan, unggas, kerang, krim dan produk susu.

Seseorang memiliki kadar kolesterol normal jika ukurannya 160-200 mg, sedangkan masuk kondisi berbahaya jika sudah di atas 240 mg karena bisa menyebabkan penyakit pembuluh darah.

"Jadi kolesterol kaitannya dengan endapan lemak. Kalau misal totalnya di atas 200 mg, itu artinya nanti kolesterol tidak semuanya jalan, ada yang mengendap di dinding pembuluh darah atau terjadi plak lemak (ateroma)," jelas dr. Bahdar T. Johan, SpPD, ahli penyakit dalam RS Premiere Bintaro, saat berbincang dengan detikHealth, seperti ditulis Rabu (8/8/2012).

Kondisi ini, lanjut dr Bahdar, bisa menyebabkan aterosklerosis, yaitu kondisi pengerasan pembuluh darah dan penyempitan.

"Jadi kalau orang dengan kolesterol tinggi itu kaitannya dengan jantung koroner dengan stroke," tegas dokter yang mengambil spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Selain itu, ada satu lagi fraksi dari lemak ada namanya trigliserida. Kalau trigliserida jumlahnya ekstrem tinggi, kadang bisa menyebabkan pankreatitis, yaitu kondisi di mana organ pankreas mengalami peradangan akibat tingginya trigliserida.

"Kalau pankreatitis akut tidak menyebabkan diabetes, tapi kalau terjadi secara kronik maka bisa menyebabkan diabetes," tutup dr Bahdar. Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

11/02/2012

Tua Muda Gemuk Kurus Semua Jadi Incaran Kolesterol Jahat

0 komentar
Banyak orang mengira kelebihan kolesterol atau hiperkolesterolemia hanya menyerang orang gemuk, atau orang yang sudah lanjut usia. Kenyataannya, gangguan metabolisme ini juga bisa menyerang orang kurus bahkan di usia yang sangat muda.

Noviyanti misalnya, seorang perempuan muda sudah mengalaminya di usia 32 tahun gara-gara suka makan seafood khususnya masakan cumi. Padahal dengan tinggi badan 170 cm serta berat badan 67 kg, indeks massa tubuhnya masih bisa dikategorikan ideal.

Selain karena pola makan yang tidak sehat karena sering berlebihan makan cumi, Noviyanti juga jarang olahraga karena sering sibuk kerja lembur. Sebagaimana disampaikannya dalam rubrik konsultasi detikHealth, kolesterol totalnya mencapai 289 mg/dL padahal rentang normalnya hanya 200-239 mg/dL.

Dengan gaya hidup moderen yang didominasi makanan tidak sehat serta makin jarang olahraga, ancaman kolesterol jahat memang semakin menakutkan. Bukan cuma orang gemuk dan lanjut usia saja yang berisiko, melainkan sudah menjadi ancaman bagi kaum muda.

"Banyak yang kelebihan kolesterol sejak umur belasan tahun, bahkan ada pasien yang usianya baru 8 tahun. Kebanyakan karena dietnya tidak sehat dan kurang olahraga," kata Dr Antonia Anna Lukito, SpJP-FIKA, ahli jantung dari RS Siloam Lippo Karawaci saat dihubungi detikHealth.

Faktor genetik kadang turut berperan, namun pengaruhnya tidak terlalu besar. Pengaruh faktor genetik juga hanya ditemukan pada familial hiperkolesterolemia yakni kelebihan kolesterol akibat kelainan bawaan yang sulit dicegah karena diwariskan dari orangtuanya.

Menurut Dr Antonia, diet atau pola makan terutama pilihan menu makan jauh lebih mempengaruhi risiko hiperkolesterolemia dibandingkan gemuk atau tidaknya seseorang. Banyak yang gemuk tetapi kolesterolnya normal, sebaliknya tidak sedikit orang kurus yang kolesterolnya berlebih.

"Gemuk biasanya punya risiko hiperkolesterolemia lebih tinggi, tetapi tidak berarti kalau gemuk 100 persen pasti kolesterolnya berlebih. Begitu pula kalau kurus tidak selalu aman. Makan sedikit tapi kalau gorengan melulu, kolesterolnya juga bisa berlebih," lanjut Dr Antonia.

Dr Antonia membenarkan bahwa kebiasaan makan cumi secara berlebihan seperti yang dialami Noviyanti juga bisa memicu kelebihan kolesterol. Selain cumi, makanan yang memicu kelebihan kolesterol antara lain jeroan, gorengan serta makanan bersantan.

"Santan memang tidak mengandung kolesterol. Tidak selalu makanannya yang mengandung kolesterol, tetapi makanan tersebut bisa merangsang hati untuk menghasilkan kolesterol. Jadi tetap harus dibatasi," tambah Dr Antonia.

Kalau tidak dikontrol, kelebihan kolesterol bisa menjadi faktor risiko berbagai penyakit jantung dan pembuluh darah. Kolesterol jahat atau LDL (Low Density Lipoprotein) bisa menyebabkan penyumbatan pembuluh darah, sehingga memicu kematian akibat stroke atau serangan jantung. Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pengobatan Kolesterol Tinggi Banyak yang Gagal

0 komentar
Di Indonesia, pengobatan hiperkolesterolemia atau kelebihan kolesterol jahat hanya berhasil pada 1 di antara 3 pasien. Penyebab paling umum adalah pasien lupa minum obat.

Tingginya kadar kolesterol jahat atau low desity lipoprotein (LDL) erat kaitannya dengan risiko berbagai penyakit jantung dan pembuluh darah (PJP). Di antaranya adalah serangan jantung dan stroke.

Hiperkolesterolemia antara lain ditandai dengan meningkatnya kadar LDL di atas angka normal yakni 100 mg/dL. Pada kondisi tersebut, tujuan pengobatan adalah menurunkan kadar LDL hingga 70 mg/dL.

Pengobatan umumnya dilakukan jangka panjang, dengan berberapa jenis obat seperti statin dan fibrat.

Sebuah penelitian independen dilakukan oleh Pan Asian untuk melihat karakteristik serta pencapaian target pengobatan pada pasien hiperkolesterolemia. Penelitian itu dinamakan CEPHEUS (CEntralised Pan-Asian Survey on tHE Undertreatment of hipercholeSterolemia).

Responden yang terlibat dalam penelitian observasional ini berjumlah 7.281 orang dari 8 negara di Asia. Sebanyak 834 orang atau 11,5 persen di antaranya berasal dari Indonesia.

Koordinator Nasional CEPHEUS Indonesia, Dr. M. Munawar, Sp.JP. mengungkap bahwa pengobatan di Indonesia belum maksimal. Sebagian besar di antaranya tidak mencapai target yang diharapkan.

Dari 8 negara yang diteliti, tingkat keberhasilan di Indonesia bahkan tercatat paling rendah dengan 31,3 persen. Sedangkan angka paling tinggi tercatat di Hong-Kong yakni 82,9 persen.

Penelitian ini juga mengungkap, hampir setengah dari responden di Indonesia pernah lupa mengkonsumsi obat. Bahkan 65,1 persen mengaku lebih dari sekali lupa minum obat dalam waktu seminggu.

Menariknya, sebagian besar pasien mengira bahwa sesekali lupa tidak akan mempengaruhi hasil pengobatan. Selain itu, 12,8 persen bahkan tidak tahu apa sesungguhnya target pengobatannya.

"Selain kepatuhan pasien kurang, dokter juga bertanggung jawab untuk mendiagnosa, mengedukasi dan memonitor pasien dalam menjalankan terapi," ungkap Dr. Munawar dalam konferensi pers di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta.

Dr. Munawar mengatakan hal itu sebab ternyata sebagian pasien mendapat dosis pengobatan yang sama dengan saat pertama kali diresepkan. Seharusnya, dokter meninjau perkembangan terapi setiap 3 bulan untuk menyesuaikan dosis obat jika diperlukan. Sumber...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Kolesterol. Info Seputar Ibu Hamil, Anak, Bayi dan Balita...